Tag Archives: Kubisme

Mengenal Aliran Seni Lukis

Melukis bukanlah perkara yang mudah dan tidak sembarang orang bisa mengerjakannya. Pelukis sendiri tentu memiliki daya imajinasi serta kreativitas yang tinggi untuk menuanagkan ide dalam bentuk gambar di atas kanvas. Begitupun setiap orang memiliki gaya dan ciri khas tersendiri dalam meluki, jadi antara satu orang dengan yang lainnya berbeda.

Tahukah Anda jika lukisan bukan sekedar gambar dan tergolong sebagai seni. Namun, juga memiliki arti tertentu yang bahkan sangat mendalam. Setiap orang bisa menginterpretasikan karya seni lukis dan itu bebas tanpa adanya pengikat. Togel Adakalanya memang lukisan itu bersifat objektif, sehingga mengarahkan penikmatnya begitu liar memikirkan maknanya.

Macam-Macam Aliran Seni Lukis

Dalam perkembangannya, seni lukis mempunyai cukup banyak aliran. Setiap aliran mewakili karakteristik tersendiri bagi lukisan tersebut hingga si pelukis itu sendiri. Berikut adalah beberapa aliran seni lukis yang paling populer.

  1. Surealisme

Merupakan aliran seni lukis yang sifatnya tidak nyata, aneh, unik, dan hasil khayalan. Seolah pelukis menentang apa yang terjadi di dunia nyata. Dibalik sifatnya yang demikian, seringkali surealisme mempunyai makna filosofi yang dalam sehingga tak banyak orang yang mampu menginterpretasikannya secara tepat.

Aliran ini berkembang sejak Perang Dunia I, dimana awalnya para seniman lukis menentang pengaruh politik, sosial, hingga filosofi yang ada saat itu. Kemudian menjadi lebih pesat dan digeluti oleh pelukis di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Tokoh serealis yang terkenal adalah Salvador Dali, Rene Magritte, Joan Miro hingga Roby Dwi Antono asal Indonesia.

  • Realisme

Seringkali disebut juga sebagai aliran naturalisme. Alasannya adalah objek utama lukisan berupa apa yang ada dan terjadi secara alami di dunia nyata. Artinya pelukis tidak menambahkan apapun di dalam gambar sedikitpun. Umumnya mengambil tema kehidupan sehari-hari serta adanya unsur antara satu objek dengan yang lainnya.

Misalnya, ada seorang anak bermain bola sendirian di sebuah taman. Jika dilukiskan tentu sama dengan apa yang terjadi sebagaimana gambaran tersebut, tanpa harus menambahkan binatang, teman, atau yang lainnya.

Tokoh terkenal yang menggeluti seni lukis realisme ini adalah Gustave Courbet, Edward Manet, Fransisco de Goya, Honore Umier, dan Isaac Levitan.

  • Impresionisme

Yaitu aliran lukis yang menekankan pada penggunaan warna dan bentuk bukanlah suatu hal yang penting. Goresan-goresannya tintanya tampak pendek dan mencolok, sehingga terlihat agak kabur. Pelukis juga sering memasukkan unsur pantulan cahaya pada objek gambar disertai dengan pantulan warna selain hitam.

Untuk menghasilkan aliran impresionisme, pelukis sering membuatnya di luar rungan, alih-alih mencari ide. Pasalnya, aliran ini merupakan bentuk perlawanan terhadap aturan-aturan seni lukis secara umum dan pernah mendapat kritikan negatif saat mengikuti pameran di Perancis pada puluhan dekade  silam.

Meskipun begitu, nyatanya kini berkembang cukup pesat dan bahkan digeluti oleh seniman lukis di berbagai negara. Beberapa tokoh impresionis adalah Monet, Auguste Rodin, Marry Cassat, Edward Degas, dan masih banyak lagi.

  • Abstraksionisme

Sebagaimana namanya, gaya lukisan ini menampilkan gambar yang abstrak alias tidak berbentuk. Tak hanya bentuk, warna, garis ataupun goresan sama sekali tak beraturan, sehingga menimbulkan kesan absurd. Penikmat lukisan aliran ini seringkali bertanya-tanya maksud serta tujuan dari gambar.

Seolah pelukis hanya asal menggores dan melukis tanpa arah dan objek yang jelas. Namun, itulah yang menjadi ciri khasnya dan bahkan mengandung makna tersendiri yang tidak bisa dijangkau oleh orang awam. Artinya, abstraksionisme sangat subjektif, sebab hanya pelukislah yang mengetahui maksud sebenarnya.

Aliran ini juga lebih menekankan pada spontanitas  dan improvisasi pelukis ketika membuatnya. Jadi, karya ini juga tidak boleh dianggap remeh, sebab tak banyak orang yang bisa melakukannya. Adapun seniman yang beraliran ini diantaranya Willem de Kooning, Jackson Pollock, dan Mark Rothko.

  • Kubisme

Adalah aliran yang menampilkan bentuk-bentuk geometris seperti kotak, kubus, lingkaran, segitiga, bola, dan lain sebagainya. Beberapa bentuk tersebut kemudian dipadukan satu sama lain, sehingga membantuk kesatuan gambar yang manarik. Pewarnaan juga menjadi titik fokus aliran ini misalnya menggunakan warna-warna yang cerah dan mencolok.

Pelukis bisa mengambil berbagai jenis objek dalam gambarnya seperti pemandangan, rumah, manusia, hewan, dan sebagainya. Seringkali ia tampak pecah, mengingat bentuknya yang demikian dan sesekali tampak seperti gambar kartun.

Beberapa ahli mengatakan bahwa aliran kubisme merupakan paduan antara impresionisme dan abstraksionisme. Tokoh terkenal yang kubisme adalah Pablo Pissaca, Fernand Lager, Braque, Robert Delaunay, dan Gezanne.

  • Romantisme

Merupakan aliran yang menitikberatkan pada keindahan suatu objek baik itu bersifat fantasi maupun nyata. Seringkali mlibatkan cerita-cerita yang berkembang dalam masyarakat sebagai objek gambarnya seperti situasi damai, tegang, kegembiraan, dan lainnya. Dengan begitu penikmatnya bisa lebih mudah memaknai atau menginterpretasikan gambar tersebut.

Pelukis aliran ini cenderung menggunakan warna-warna yang kontras dan agak cerah. Tak heran jika sifatnya lebih dinamis dan mengundang emosi yang luar biasa bagi mereka yang melihatnya. Bahkan meskipun itu ide fantastik, namun tampak begitu nyata saat dipandang dan maknai lebih jauh.

Contohnya seperti lukisan peristiwa bersejarah, kerja paksa pembangunan jalan Anyer sampai Panarukan masa Daendels. Adapun tokoh terkenal dari aliran ini adalah Jean Baptiste, Raden Saleh, Theodore Gericault, Eugene Delacroix, dan masih banyak lagi.

  • Konstruktivisme

Adalah aliran seni lukis yang menjadikan bangunan sebagai objek utamanya. Backround yang digunakan tidak jauh dari lokasi bangunan. Tak ketinggalan pula pelukis sering memasukka unsur-unsur semacam sudut ataupun bagian tertentu dari objek yang dinilai memiliki pengaruh estetik. Tentu saja warna didominasi oleh warna gelap seperto cokelat, abu, dan bahkan hitam.

Umumnya pelukis mengambil bangunan klasik dan kuno sebagai objeknya seperti katedral, masjid, dan lainnya. Ada pula bangunan modern dengan mengambil seluruh maupun bagian dari bangunan tersebut, misalnya tangga rumah yang ada di dalam ruang tamu dengan latar sudut ruangan yang tampak indah serta menarik. Karya lukis aliran ini cenderung statis, sebab lebih mengutamakan aspek keindahan bangunan tertentu. Ada banyak tokoh pelukis aliran ini, diantaranya adalah Naum Gabo, Sprinka, Victor Pasmore, Jim Nyoman Nuarta, Laszo Moholy Nagy, Liubov Popova, dan masih banyak lagi.